Pelatihan Swamedikasi Penyakit Saluran Nafas Dengan Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA)
Original Full-Text Article
Download published version for reading and archivingAbstract
Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2019-2021 persentase penduduk yang mengobati sendiri selama sebulan terakhir di Jawa Barat tergolong tinggi, persentasenya mengalami peningkatan dari 73,32% di tahun 2019 menjadi 88,28% di tahun 2021, bahkan lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta yang persentasenya 85,69%. Survei pendahuluan pada warga RT 005/ RW 013 Desa Pasir Angin, Cileungsi, Jawa Barat menunjukkan bahwa 86% warga melakukan swamedikasi terutama untuk mengatasi gangguan saluran nafas. 65,1% dari warga yang melakukan swamedikasi menyimpan obat sisa hingga tanggal kadaluarsa. Tingginya persentase perilaku menyimpan obat sisa menimbulkan risiko penggunaan obat yang salah atau penyalahgunaan, atau risiko kadaluarsa. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman warga mengenai swamedikasi yang tepat belum memadai. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman warga mengenai swamedikasi dan melatih warga dalam melakukan swamedikasi dengan tepat terkait obat-obatan gangguan saluran nafas serta agar warga mengetahui kandungan obat dengan efek farmakologi tertentu yang diukur dengan kuesioner. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pelatihan dan penyuluhan menggunakan model CBIA. Sebanyak 27 peserta diberikan edukasi terlebih dahulu mengenai penyakit dan terapi pada penyakit gangguan saluran nafas, kemudian dilakukan pelatihan dengan metode interaktif melalui pengisian lembar kerja. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dan pengisian lembar kerja. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan peserta mengenai swamedikasi sebesar 26,30% (p=0,01). Peserta juga mampu mengidentifikasi informasi-informasi penting yang terdapat dalam kemasan obat. Edukasi tentang swamedikasi dapat meningkatkan wawasan peserta. Pelatihan swamedikasi mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memutuskan penggunaan obat dalam swamedikasi.
Keywords:
Author Biographies
Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Delima II Gg. 4, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Delima II Gg. 4, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Delima II Gg. 4, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia
How to Cite
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License .
- Share: You are free to copy, distribute, and transmit the work in any medium or format.
- Adapt: You are free to remix, transform, and build upon the work for any purpose, even commercially.
- Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
References
Total: 15 References- World Health Organization, 2000. Guidelines for the regulatory assessment of medicinal products for use in self-medication (No. WHO/EDM/QSM/00.1). World Health Organization.
- BPS. 2021. Persentase Penduduk yang Mengobati Sendiri Selama Sebulan Terakhir 2019-2021. Available from: https://www.bps.go.id/indicator/30/224/1/persentase-penduduk-yang-mengobati-sendiri-selama-sebulan-terakhir.html.
- Kemenkes, R.I., 2013. Riset kesehatan dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI, 2013, pp.110-119.
- Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) [Internet]. Kemenkes RI. 1–133 p. Available from: https://farmalkes.kemkes.go.id/2020/10/buku-pedoman-gema-cermat/.
- Kementerian Kesehatan RI. 2015. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.
Most read articles by the same author(s)
Other papers published by author(s) in this journal: