jpni@stmiki.ac.id 081377790601 Online Submission Open
Vol. 3 No. 2 (2022) • Articles
Open Access

Pelatihan Swamedikasi Penyakit Saluran Nafas Dengan Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA)

Daniek Viviandhari
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Maifitrianti
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Nurhasnah
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA
Published: August 18, 2022 Pages: 113-120
Original Full-Text Article
Download published version for reading and archiving
Abstract

Data Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa pada tahun 2019-2021 persentase penduduk yang mengobati sendiri selama sebulan terakhir di Jawa Barat tergolong tinggi, persentasenya mengalami peningkatan dari 73,32% di tahun 2019 menjadi 88,28% di tahun 2021, bahkan lebih tinggi dibandingkan DKI Jakarta yang persentasenya 85,69%. Survei pendahuluan pada warga RT 005/ RW 013 Desa Pasir Angin, Cileungsi, Jawa Barat menunjukkan bahwa 86% warga melakukan swamedikasi terutama untuk mengatasi gangguan saluran nafas. 65,1% dari warga yang melakukan swamedikasi menyimpan obat sisa hingga tanggal kadaluarsa. Tingginya persentase perilaku menyimpan obat sisa menimbulkan risiko penggunaan obat yang salah atau penyalahgunaan, atau risiko kadaluarsa. Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman warga mengenai swamedikasi yang tepat belum memadai. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman warga mengenai swamedikasi dan melatih warga dalam melakukan swamedikasi dengan tepat terkait obat-obatan gangguan saluran nafas serta agar warga mengetahui kandungan obat dengan efek farmakologi tertentu yang diukur dengan kuesioner. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah pelatihan dan penyuluhan menggunakan model CBIA. Sebanyak 27 peserta diberikan edukasi terlebih dahulu mengenai penyakit dan terapi pada penyakit gangguan saluran nafas, kemudian dilakukan pelatihan dengan metode interaktif melalui pengisian lembar kerja. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah kegiatan dan pengisian lembar kerja. Berdasarkan hasil pengolahan data, terdapat peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan peserta mengenai swamedikasi sebesar 26,30% (p=0,01). Peserta juga mampu mengidentifikasi informasi-informasi penting yang terdapat dalam kemasan obat. Edukasi tentang swamedikasi dapat meningkatkan wawasan peserta. Pelatihan swamedikasi mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam memutuskan penggunaan obat dalam swamedikasi.

Article Metrics & Downloads Graph
Monthly Download Trends:
Author Biographies
Daniek Viviandhari Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Delima II Gg. 4, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia

Maifitrianti Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Delima II Gg. 4, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia

Nurhasnah Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi dan Sains, Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, Jl. Delima II Gg. 4, Jakarta Timur, DKI Jakarta, Indonesia

How to Cite
Viviandhari, D., Maifitrianti, & Nurhasnah. (2022). Pelatihan Swamedikasi Penyakit Saluran Nafas Dengan Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA). Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 3(2), 113-120. https://doi.org/10.35870/jpni.v3i2.77
License

Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)

This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License .

  • Share: You are free to copy, distribute, and transmit the work in any medium or format.
  • Adapt: You are free to remix, transform, and build upon the work for any purpose, even commercially.
  • Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
Copyright & Retention: Authors retain copyright without restrictions and grant this journal the right of first publication under an open-access model. The journal retains non-exclusive publishing rights for archiving, indexing, and scholarly dissemination.

References
Total: 15 References
  1. World Health Organization, 2000. Guidelines for the regulatory assessment of medicinal products for use in self-medication (No. WHO/EDM/QSM/00.1). World Health Organization.
  2. BPS. 2021. Persentase Penduduk yang Mengobati Sendiri Selama Sebulan Terakhir 2019-2021. Available from: https://www.bps.go.id/indicator/30/224/1/persentase-penduduk-yang-mengobati-sendiri-selama-sebulan-terakhir.html.
  3. Kemenkes, R.I., 2013. Riset kesehatan dasar; RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI, 2013, pp.110-119.
  4. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2020. Pedoman Pelaksanaan Program Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat) [Internet]. Kemenkes RI. 1–133 p. Available from: https://farmalkes.kemkes.go.id/2020/10/buku-pedoman-gema-cermat/.
  5. Kementerian Kesehatan RI. 2015. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat.
  6. Triani, L.A., Hariyanto, I.H. and Rizkifani, S., 2022. Analisis Hubungan Tingkat Pengetahuan terhadap Perilaku Swamedikasi Batuk selama Masa Pandemi Covid-19. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 4(3), pp.637-643. DOI: https://doi.org/10.37311/jsscr.v4i3.15669.
  7. Rosyidah, K.A. and Fanani, Z., 2021. Gambaran Pengetahuan Dan Perilaku Swamedikasi Influenza Pada Masyarakat Di Desa Pladen, Kecamatan Jekulo, Kudus. Indonesia Jurnal Farmasi, 5(2), pp.26-30. Available from: https://ejr.stikesmuhkudus.ac.id/index.php/IJF/article/download/1175/753.
  8. Lathifah, M.A., Susanti, S., Ilham, M. and Wibowo, A., 2015. Perbandingan metode cbia dan fgd dalam peningkatan pengetahuan dan ketepatan caregiver dalam upaya swamedikasi demam pada anak. Pharmaceutical Sciences and Research, 2(2), p.4. DOI: https://doi.org/10.7454/psr.v2i2.3336.
  9. Musdalipah, M., 2018. Pemberdayaan masyarakat tentang swamedikasi melalui edukasi Gema Cermat dengan metode CBIA. Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), pp.106-112. DOI: https://doi.org/10.31849/dinamisia.v2i1.1085.
  10. Khairunnisa, K. and Nasution, E.S., 2017. Pembinaan Masyarakat Sebagai Aplikasi Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (GeMa CerMat). ABDIMAS TALENTA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), pp.125-133. DOI: https://doi.org/10.32734/abdimastalenta.v2i2.2304.
  11. Ariyani, H., 2017. Gerakan Bucer “Ibu Cerdas” Melalui Metode Cara Belajar Insan Aktif (Cbia) Sebagai Sarana Mewujudkan Pemilihan Dan Penggunaan Obat Yang Rasionaldi Kelurahan Sungai Andai Banjarmasin, Kalimantan Selatan. UNES Journal of Community Service, 2(2), pp.105-112.
  12. Fajriaty, I., Nurbaeti, S.N., Kurniawan, H. and Nugraha, F., 2019. Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat Dalam Swamedikasi dan Penggunaan Obat yang Rasional (POR) Menggunakan Metode Cara Belajar Insan Aktif (CBIA). Al-khidmah, 2(2), pp.34-41. DOI: https://doi.org/10.1201/9781315274508-20.
  13. Agustikawati, N. and Efendy, R., 2021. Peningkatan Pengetahuan Swamedikasi Ibu Rumah Tangga Dalam Pengelolaan Obat Di Rumah Melalui Edukasi Dagusibu. Journal of Innovation Research and Knowledge, 1(3), pp.393-398. Available from: https://bajangjournal.com/index.php/JIRK/article/view/209.
  14. Muliasari, H., Ananto, A.D., Puspitasari, C.E., Deccati, R.F. and Utami, V.W., 2020. Pelatihan Penggunaan Obat Secara Tepat Untuk Swamedikasi. JCES (Journal of Character Education Society), 3(3), pp.604-610. DOI: https://doi.org/10.31764/jces.v3i3.2750.
  15. Handayani, R., 2018. Peningkatan Pengetahuan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Perilaku Pengobatan Sendiri untuk Penatalaksanaan Demam dengan Metode Cara Belajar Ibu Aktif. Borneo Journal of Pharmacy, 1(1), pp.27-30. DOI: https://doi.org/10.33084/bjop.v1i1.240.
Most read articles by the same author(s)

Other papers published by author(s) in this journal:

Sosialisasi Cara Pembuangan Obat Rusak, Tidak Terpakai, dan Kedaluwarsa pada Masyarakat