jpni@stmiki.ac.id 081377790601 Online Submission Open
Vol. 3 No. 2 (2022) • Articles
Open Access

Edukasi Program 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Memutus Siklus Stunting

Rahayu Widaryanti
Universitas Respati Yogyakarta
Istri Yuliani
Universitas Respati Yogyakarta
Published: August 8, 2022 Pages: 100-105
Original Full-Text Article
Download published version for reading and archiving
Abstract

Program 8000 hari pertama kehidupan merupakan salah satu Langkah untuk memutus siklus stunting, dimana program ini dimulai sejak terjadinya konsepsi hingga individu berusia 19 tahun. Program 8000 HPK pertamakali diterapkan di Kota Yogyakarta melalui peraturan Walikota Yogyakarta No 41 tahun 2021 yang kemudian di ikuti oleh beberapa wilayah lain di Indonesia. Kegiatan edukasi program 8000 HPK ini dilakukan di Desa Sitimulyo. Piyungan Bantul, DIY dengan pada tanggal 7 Juli 2022 dengan jumlah peserta 24 kader kesehatan. Peserta memiliki antusias yang tinggi mengingat program 8000 HPK merupakan program baru dan belum familiar.  Kegiatan edukasi juga menggunakan media stiker smart chart, stiker smart chart ini merupakan alat bantu untuk edukasi yang berisi tentang pengertian stunting, dampak stunting, cara pencegahan stuinting dan alat bantu mengukur tinggi badan balita. Peserta telah menerima materi edukasi mengenai praktik memutus siklus stunting melalui program 8000 HPK dan masih memerlukan sosialisasi lebih lanjut dan memerlukan pendampingan terkait program pencegahan stunting.

Article Metrics & Downloads Graph
Monthly Download Trends:
Author Biographies
Rahayu Widaryanti Universitas Respati Yogyakarta

Prodi Kebidanan Program Sarjana, Universitas Respati Yogyakarta, Jl. Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

Istri Yuliani Universitas Respati Yogyakarta

Prodi Kebidanan Program Diploma Tiga, Universitas Respati Yogyakarta, Jl. Raya Tajem KM 1.5 Maguwoharjo, Depok, Sleman, Yogyakarta, Indonesia

How to Cite
Widaryanti, R., & Yuliani, I. (2022). Edukasi Program 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk Memutus Siklus Stunting. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 3(2), 100-105. https://doi.org/10.35870/jpni.v3i2.74
License

Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0)

This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License .

  • Share: You are free to copy, distribute, and transmit the work in any medium or format.
  • Adapt: You are free to remix, transform, and build upon the work for any purpose, even commercially.
  • Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
Copyright & Retention: Authors retain copyright without restrictions and grant this journal the right of first publication under an open-access model. The journal retains non-exclusive publishing rights for archiving, indexing, and scholarly dissemination.

References
Total: 21 References
  1. Satriawan, E., 2018. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting 2018-2024. Jakata: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).
  2. Kemiskinan, T.N.P.P., 2017. 100 kabupaten/kota prioritas untuk intervensi anak kerdil (stunting). Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan.
  3. Riskesdas., 2018. Laporan hasil riset kesehatan dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2018, Jakarta Badan Penelit. dan Pengemb. Kesehat. Kemenkes RI, pp. 5–10.
  4. Izwardy, D., 2020. Studi Status Gizi Balita Terintegrasi Susenas 2019. Balitbangkes Kemenkes RI.
  5. Dinkes DIY., 2020. Profil Kesehatan D.I. Yogyakarta Tahun 2020. Dinas Kesehatan DIY, Yogyakarta.
  6. Bundy, D.A., Schultz, L., Sarr, B., Banham, L., Colenso, P. and Drake, L., 2017. The school as a platform for addressing health in middle childhood and adolescence.
  7. Widaryanti, R., Yuliani, I. and Rahmuniyati, M.E., 2021. Kesiapan Penerapan Program 8000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) di Kota Yogyakarta. Jurnal Jarlit, 17(1).
  8. Bundy, D.A., de Silva, N., Horton, S., Patton, G.C., Schultz, L., Jamison, D.T., Abubakara, A., Ahuja, A., Alderman, H., Allen, N. and Appleby, L., 2018. Investment in child and adolescent health and development: key messages from Disease Control Priorities. The Lancet, 391(10121), pp.687-699. DOI: https://doi.org/10.1016/S0140-6736(17)32417-0.
  9. Peraturan Walikota Yogyakarta., 2021. Rencana Aksi Daerah ; Mempersiapkan Generasi Unggul melalui Program 8000 Hari Pertama Kehidupan Tahun 2021-2025. Yogyakarta.
  10. Kuruvilla, S., Sadana, R., Montesinos, E.V., Beard, J., Vasdeki, J.F., de Carvalho, I.A., Thomas, R.B., Drisse, M.N.B., Daelmans, B., Goodman, T. and Koller, T., 2018. A life-course approach to health: synergy with sustainable development goals. Bulletin of the World Health Organization, 96(1), p.42. DOI: https://doi.org/10.2471/BLT.17.198358.
  11. Kemenkes RI., 2020. Panduan Pelaksanaan Pemantauan Pertumbuhan di Posyandu untuk Kader dan Petugas Posyandu. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
  12. Nurhidayah, I., Hidayati, N.O. and Nuraeni, A., 2019. Revitalisasi Posyandu melalui Pemberdayaan Kader Kesehatan. Media Karya Kesehatan, 2(2). DOI: https://doi.org/10.24198/mkk.v2i2.22703.g11276.
  13. Suriastini, W., Alfah, D., Sikoki, B., Hermoko, R., Rifai, I.U. and Prasetya, D., 2021. Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Layanan Kesehatan Balita. Jurnal Keluarga Berencana, 6(1), pp.1-10. DOI: https://doi.org/10.37306/kkb.v6i1.56.
  14. Noviasty, R., Indriani, M., Rahayu, F. and Firdaus, F., 2020. EDUWHAP Remaja Siap Cegah Stunting Dalam Wadah Kumpul Sharing Remaja. LOGISTA-Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), pp.494-501. DOI: https://doi.org/10.25077/logista.4.2.494-501.2020.
  15. World Health Organization, 2018. Guideline: implementing effective actions for improving adolescent nutrition.
  16. Siswati, T., Prasetya, H., Rahmawati, A., Prayogi, A.S., Sudaryanto, S., Prasetyawati, N.D., Widyawati, H.E., Suwerda, B., Suyanto, A., Olfah, Y. and Waris, L., SIMPUL TAK RETAK: Lesson Learned Gema Canting pada 8000 HPK (Pengabmas Unggulan Nasional-Implementasi IPE dan IPC). Gracias Logis Kreatif.
  17. Astuti, S., 2018. Gerakan Pencegahan Stunting melalui pemberdayaan masyarakat di kecamatan jatinangor kabupaten sumedang. Dharmakarya, 7(3), pp.185-188. DOI: https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v7i3.20034.
  18. Hamzah, B., 2020. Gerakan Pencegahan Stunting Melalui Edukasi pada Masyarakat di Desa Muntoi Kabupaten Bolaang Mongondow. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 1(4), pp.229-235. DOI: https://doi.org/10.36596/jpkmi.v1i4.95.
  19. Hartono, R., Andini, M., Sartika, D. and Hasanah, B.U., 2020. Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu dalam Mencegah Stunting melalui Edukasi Gizi berbasis Media di Kecamatan Biringkanaya dan Mamajang. Media Implementasi Riset Kesehatan, 1(1). DOI: https://doi.org/10.32382/mirk.v1i1.1453.
  20. Hesti Atasasih, H.A. and Aziz, A., 2021. Peer Review Pengembangan media poster “isi piringku” sebagai alat bantu edukasi gizi ibu hamil dalam upaya pencegahan stunting. Jurnal Kesehatan Masyarakat, (2), pp.226-233.
  21. Sukmawati, S., Mamuroh, L. and Nurhakim, F., 2019. Pemberdayaan Keluarga dan Kader Kesehatan dalam Pemanfaatan ASI Eksklusif. Media Karya Kesehatan, 2(1). DOI: https://doi.org/10.24198/mkk.v2i1.19067.g9954.