Implementasi Algoritma K-Means dalam Klasterisasi Kasus Stunting pada Balita di Desa Randudongkal
Original Full-Text Article
Download published version for reading and archivingAbstract
Stunting di Indonesia adalah sebuah masalah yang cukup serius untuk diselesaikan. Stunting sudah berdampak 21,9% atau kisaran 149 juta anak pada usia di bawah usia 5 tahun, yang sudah membuat kasus kematian sebanyak 45% karena stunting. Hal tersebut menjadikan Desa Randudongkal harus diperhatikan mengenai kasus stunting. Menggunakan metode algoritma K-Means yang dapat menganalisis dengan baik, karena K-Means merupakan sebuah algoritma pengelompokkan atau klastering data ke dalam beberapa kelompok atau klaster. Metode K-Means ini juga banyak digunakan oleh para peneliti untuk menganalisis kasus stunting. Adapun teknik pengumpulan data yang digunkaan adalah teknik observasi, peneliti datang langsung ke Puskesmas Randudongkal untuk melakukan wawancara dan pengumpulan data, dan di dapatkan sejumlah 200 dataset dalam observasi yang telah dilakukan. Penelitian yang dilakukan mengguakan metode Knowledge Discovery in Database (KDD) yang merujuk pada proses ekstrasi pengetahuan yang berguna, tersembunyi, dan potensial suatu basis data. Hasil dari penelitian yang telah dilakukan menghasilkan sebanyak 190 balita stunting dan 10 balita normal, dengan perhitungan analisis Davies-Boudlin Index (DBI) performa yang optimal adalah dari perhitungan K-9 yang menghasilkan analisis sebesar -0,673 yang berarti memiliki evaluasi cluster dengan baik karena nilai hasil perhitungannya mendekati 0.
Keywords:
Author Biographies
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia
Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kristen Satya Wacana, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Indonesia
How to Cite
This is an open-access article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License .
- Share: You are free to copy, distribute, and transmit the work in any medium or format.
- Adapt: You are free to remix, transform, and build upon the work for any purpose, even commercially.
- Attribution: You must give appropriate credit, provide a link to the license, and indicate if changes were made. You may do so in any reasonable manner, but not in any way that suggests the licensor endorses you or your use.
References
Total: 10 References- Apriyani, P., Dikananda, A. R., & Ali, I. (2023). Penerapan Algoritma K-Means dalam Klasterisasi Kasus Stunting Balita Desa Tegalwangi. Hello World Jurnal Ilmu Komputer, 2(1), 20-33. DOI: https://doi.org/10.56211/helloworld.v2i1.230.
- Cytry, D. M., Defit, S., & Nurcahyo, G. (2023). Penerapan Metode K-Means dalam Klasterisasi Status Desa terhadap Keluarga Beresiko Stunting. Jurnal KomtekInfo, 122-127. DOI: https://doi.org/10.35134/komtekinfo.v10i3.423.
- Hidayat, T., & Jajuli, M. (2023). Clustering daerah rawan stunting di Jawa Barat menggunakan algoritma K-Means. INFOTECH: Jurnal Informatika & Teknologi, 4(2), 137-146. DOI: https://doi.org/10.37373/infotech.v4i2.642.
- Kemenkes.go.id. (2020). Peraturan mentri kesehatan republik indonesia Nomor 2 tahun 2020 tentang standar antropometri anak. Diakses dari https://yankes.kemkes.go.id/unduhan/fileunduhan_1660187306_961415.pdf
- Pemalangkab.go.id. (2022). 10 Desa Di Pemalang Jadi Lokus Penanganan Srunting. Diakses dari https://pemalangkab.go.id/2022/04/10-desa-di-pemalang-jadi-lokus-penanganan-stunting
Similar Articles
Articles sharing related keywords and machine learning classifications: